Sejarah Singkat

Profil

Gedung MWR

Sejarah cabang RSB. Mardi Waloeja Jl. WR. Supratman dimulai dengan kegiatan di Lowokwaru Gg. IV, sekarang Jl. Letjen Sutoyo Gg. IV pada tahun 1940. Pada waktu itu RSB. induk di Jl. Kauman No. 23 dipimpin  oleh zuster Belanda yang bernama Zr. Scuringa. Berdasarkan perkembangan kegiatan itu beliau menugaskan Ibu Soebijah untuk memimpin kegiatan di daerah itu dengan dibantu seorang tenaga perawat dan seorang tenaga rumah tangga.

Pada awal tahun 1948 Synode GKJW membeli rumah di Jl. WR. Supratman No. 01 dan memberi izin kepada Mardi Waloeja menempati rumah tersebut, maka kegiatan di Lowokwaru dipindahkan ke Jl. WR. Supratman No. 01 tepatnya pada tanggal 04 Januari 1949.

Dimulai dengan rumah kosong, persalinan ditolong di luar  rumah sakit. Datang uluran tangan dari Ibu Oemijatsih Mestoko seorang mantri/bidan yang secara tertulis menyatakan kesediaannya membantu Mardi Waloeja . Maka mulailah dirintis pekerjaan cabang di rumah kosong ini, dibantu seorang Perawat (Ibu Asripadmi) yang pada waktu itu masih bertugas di Mardi Waloeja Kauman. Selain itu ada tenaga di bagian rumah tangga, dapur dan cucian. Berkat keuletan tenaga yang sedikit ini, ruangan mulai diisi dengan perabot sedikit demi sedikit, hingga mampu menerima persalinan di dalam. Dari Dinas kesehatan dan RST mendapat bantuan tenaga dokter, antara lain dr. Dradjat, dr. Moh. Imam dan dokter. dari Mardi Santoso Surabaya yaitu dr. J. Bastiaanzs yang membantu persalinan luar biasa.

Pada awal tahun 1950 Synode GKJW menerima tawaran tenaga dokter dari NHK (Gereja Belanda) yaitu dr. V.d. Horst yang bekerja hingga akhir tahun 1958. Cabang Mardi Waloeja ini mulai dapat membuka Poliklinik 2 kali seminggu, kesempatan yang banyak dimanfaatkan oleh warga kota dan sekitarnya.

Pada tahun 1957 dr. V. d. Horst memberi bantuan berupa satu ruangan yang dapat menampung 8 tempat tidur pasien, dengan pesan untuk kelas terendah yang menjadi kelas IV sekarang. Karena belum mempunyai tenaga dokter yang tetap Mardi Waloeja memohon bantuan dari RSU yaitu dr. Harjono dan dr Atmodjo yang datang pada bulan Juni 1965, kemudian ditambah dengan dokter wanita yaitu dr. Kityawati sejak tahun 1980 bulan Mei. Tahun 1976 diadakan laboratorium yang menunjang pelayanan di Mardi Waloeja pada waktu itu, hingga dapat membuka poliklinik setiap hari.

Kecuali persalinan, poliklinik melayani pemeriksaan ibu hamil, anak sehat/sakit, imunisasi dan Keluarga Berencana. Dokter dan Bidan saling bekerjasama dengan induk yang di Kauman 23. Disamping itu ada kegiatan di luar Rumah Bersalin yaitu :

  1. Jika diperlukan mengunjungi pasien di luar.
  2. Memberi penyuluhan hal gizi di tingkat RW kampung.
  3. Memberi penyuluhan kesehatan di YPAC.

Bidang kerohanian mendapat pelayanan dari Jemaat Tulang Bawang, 2 kali seminggu didatangi seorang pendeta. Cabang Mardi Waloeja ini berkembang menjadi Rumah Bersalin dan akhirnya sampai sekarang menjadi Rumah Sakit Bersalin dengan sebutan Rumah Sakit Bersalin Mardi Waloeja Rampal Malang. Secara management RSB. Mardi Waloeja Rampal Malang menjadi satu dengan RSIA Mardi Waloeja Kauman dengan Direktur dr. Kityawati, MBA, hingga pada awal Maret 2013 RSB. Mardi Waloeja Rampal ini secara management berpisah dari RSIA Mardi Waloeja Kauman dengan Direktur dr. Evi Laksana. RSB. Mardi Waloeja Rampal Malang bernaung di bawah Yayasan Gereja Kristen Jawi Wetan. Meskipun mengalami pasang surut didalam pelayanan tetapi berkat tuntunan Tangan Kasih Tuhan RSB. Mardi Waloeja Rampal Malang ada hingga sekarang ini bahkan akan segera naik tingkat menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak.

Posted in | Leave a comment